Halaman

Senin, 11 Februari 2019

Aku Menyalahkanmu Semesta!

Mungkin aku harus belajar dari daun
Yang jatuh tanpa pernah menyalahkan angin
Walau ia tau mungkin itu salah satu penyebab ia jatuh

Dan terpujilah wahai engkau daun
Aku ingin sepertimu

Bagaimana mungkin aku bisa sepertimu
Bahkan ketika aku terluka 
Aku selalu saja menyalahkan semesta
Menuduhnya dan hampir membencinya
Kenapa semesta tidak memberiku waktu
Sebentar saja 
Untuk melepas kesedihan 
Dan berteriak kepada semuanya
Aku yang terluka di sini bukan dia
Haruskah aku terus berpura-pura

Ketika angin menjatuhkan daun berkali kali
Dan dia hanya diam
Ketika aku yang sedang jatuh ini
Ingin kembali
Kembali pada titik dimana aku yang tertawa karena aku memang ingin 
Dan aku hanya diam

Seberapa lama ini semesta
Sungguh aku tidak tahan lagi dengan godaanmu ini
Aku ingin melawanmu semesta
Biar terjadi prahara

Minggu, 27 Januari 2019

Terbuai Asa

Seolah terbuai asa hatiku masih memilihmu
Mencuri sedikit waktu untuk memandangmu
Memperhatikanmu tanpa sepengetahuanmu
Yah aku malu
Mengakui kamu jauh lebih baik saat tidak denganku 

Seoalah terbuai asa hatiku masih memihakmu
Darisegi manapun kau masih kamu ku
Iya kamu bukan kamu yang dulu
Aku tau

Seoalah terbuai asa aku masih mau kamu
Mencoba memungkiri kebahagianmu yang bukan denganku
Tapi tenang aku takkan mengganggumu

Hanya aku dan asa ku

Yang masih terjebak rasa denganmu

Jumat, 21 Desember 2018

Selembar Kertas Hitam

Seperti selembar kertas hitam 
yang telah memudar 
Seakan memberitahu aku
Perubahan itu menunggu
Dan jangan pernah salahkan waktu

Dan ketika semuanya benar benar berubah
Tidak sesuai dengan rencana
Apa aku boleh kecewa dengan waktu?
Yang menuntunku dimana 
Aku....
Hanya bisa pura pura tidak tahu 

Aku hanya berusaha untuk pergi
Karna aku tidak ingin lebih tersakiti
Tapi aku juga tidak bisa membohongi
Hati ini....
Bahwa aku ingin kembali

Selembar kertas hitam
Yang masih aku simpan
Walau aku tau dia telah memudar 
Sampai aku benar benar mampu 
Untuk mulai mewarnainya
Dengan warna yang seharusnya

Sesuai dengan tuntunan waktu

Sabtu, 01 Desember 2018

Hallo Desember :))

Hallo Desember
Ketemu lagi tahun ini
Terimakasih cerita desember setahun kemarin
Kejutan apalagi kali ini
Sang Desember

Hallo Desember
Aku selalu menantikan kedatangamu
Dengan semua cerita ceritamu
Yang banyak sedihnya daripada senangnya
Terkadang seperi itu kan Desember?
Huh kau selalu datang dengan temanmu 
Yang biasa kau panggil Sang Hujan 
Tapi kenapa aku selalu menantikanmu?
Bisa kau jelaskan wahai Sang Desember?

Hallo Desember
Bolehkah aku meminta satu cerita bahagia yang berkesan kali ini?
Ayolah Desember
Kau senang sekali mengajak serta kebahagianku pergi bersamamu 
Jangan kau lakukan lagi kali ini
Wahai sang Desember

Hallo Desember
Aku ingin bercerita
Aku sedang jatuh cinta dengan Sang April
Bisakah kau mempertemukan aku dengan dia?
Kau pasti bingung 
Bagaimana kau melewatkan Januari Februari dan Maret

Hallo Desember
Kau dengar aku?
Aku tau kau sedang memikirkan kebahagiaanku kali ini
Aku percaya itu wahai Sang Desember

Sabtu, 24 November 2018

Hujan Kemarin Sore

Ada hati yang patah
bersama hujan kemarin sore
Menahan air mata hingga sesak di dada
bersama hujan kemarin sore

Seperti mendung yang datang tibatiba
Seperti itu pula hati yang patah seketika
Mendengar dia telah bersamanya

Hujan Kemarin Sore
Datang bersama angin
Dan pergi tanpa datangnya pelangi

Sore itu....
Apa kau menunggu hujan reda?
Dan berharap pelangi?
Jangan jangan kau telah kecewa dengan semesta
yang tidak mempertemukanmu dengan senja dan mendatangkan hujan 
Untuk menemanimu dikala patah

Tetap bertemanlah dengan semesta 
Yang semakin memperdalam lukamu

Sore itu....

Senin, 12 November 2018

Dengarkan Ceritaku! Kali Ini Beda.

Dengarkan Ceritaku
Bukan
Bukan dia pemilik kacamata minus itu 
Beda
Banyak bedanya 

Kali ini beda sungguh dengarkan ceritaku
Tidak lagi menyembunyikan mata sipit dibalik kacamata minus
Tapi dia benar benar butuh kacama minus itu
Hum tidak sedikitpun mengurangi pancaran sinar dari mata bulatnya 
Bahkan tak mampu menutupi alis tebalnya
Ataupun merusak bulu mata lentiknya
Tjakep!

Pesona
Yah dia punya itu
Suara
Jangan tanya 
Kamu pasti iri karena tidak pernah dengar dia bernyanyi 
Senyum
Hm bisa buat mood mu membaik

Terimakasih

Buat siapa saja tak terkecuali mantannya yang sudah membawa ku melihat dia dan dunianya :))

Rabu, 07 November 2018

Sejak Hari Itu, Langit Tak Pernah Sama

Aku menemukannya
Di sini
Di bawah langit senja berwarna jingga
Dengan senyum merekahnya seolah menyapa dunia 
Haiii
Katanya

Aku menemukannya
Di bawah langit senja berwarna jingga
Lagi
Ku liat dia sendiri
Aku coba memberanikan diri
Mendekati

Aku menemukan
Satu kesamaan 
Tentang aku dan dia yang disebut kita
Menatap Langit
Dan ternyata dia yang sama seperti langit 
Tinggi tanpa harus dijelaskan kalau tinggi
Ya seperti itulah definisi tinggi sesungguhnya
Indah ketika senja karena berwarna jingga
Tanpa harus dijelaskan kalau indah
Ya seperti itulah definisi indah sesungguhnya

Seperi itu langit kita
Dan akan tetap seperti itu bukan? Indah

Dan dia yang akan tetap seperti ini bukan?
Langitku.

Sampai hari itu tiba
Entah darimana
Entah apa itu
Mereka menyebutnya mendung
Sedikit membuat langit berubah
Bikin sejuk tapi bisa bikin sakit
Tapi seolah dia gak salah karena telah menyakiti
Memang sudah waktunya dia datang karena telah lama disimpan alam
Dan saatnya langit menyambutnya dengan sepenuh hati karena langit telah jatuh cinta dengan mendung



Dan sejak hari itu, langit tak pernah sama.